Minggu, 31 Mei 2026 WIB

Sindikat Ternak Bitcoin Asal Cina Diduga Berkalaborasi Dengan Oknum APH

Administrator Administrator
Sindikat Ternak Bitcoin Asal Cina Diduga Berkalaborasi Dengan Oknum APH

17MERDEKA || Pengusaha tambang Criptocurrency Coin atau Bitcoin, diduga melakukan pencurian arus listrik secara besar-besaran dalam mengoperasikan penambangan uang digital di Jalan Karya Jaya nomor 113 Kecamatan Medan Johor .

Warga resah atas operasi penambangan uang digital yang menimbulkan kebisingan dan diduga menggunakan arus listrik secara ilegal.

Dari lokasi tampak berjejer rapi 43 mesin Bitcoin terletak di lantai III sebuah ruko di Jalan Karya Jaya Nomor 113 kelurahan Medan Johor dalam posisi beroperasi .

Menurut laporan Bitcoin Energy Consumption Index yang dirilis Digiconomist, proses penambangan satu keping Bitcoin saat ini memakan daya 1.820 kilo Watt per jam (kWh).

Selain daya listrik, Digiconomist juga mengklaim proses penambangan satu keping Bitcoin bisa menghasilkan emisi karbon dioksida sebanyak 864,93 kgCO2, yang setara dengan 1,9 juta transaksi Visa atau 144.000 ribu jam.

Kuat potensi kerugian negara atas operasional tambang Bitcoin di Jalan Karya Jaya No.113 Medan Johor sangatlah besar dan aparatur negara harus mengambil langkah tegas menjerat dan menangkap oknum-oknum yang terlibat.

Anehnya, kabel berukuran besar terlihat terjulur dari dalam ruko ke sumber listrik mengarah ke travo besar tiang listrik di Jalan besar. Dan kontruksi kabel aliran arus listrik terkesan dipasang oleh orang-orang profesional di bidang kelistrikan.

Pasokan daya listrik ilegal jelas merugikan negara. Ironisnya, pihak aparat hukum bahkan PLN sendiri terkesan tutup mata. Ada apa dengan provinsi Sumatera Utara ini..?

Terbongkarnya lokasi rumah tambang Bitcoin di Jalan Karya Jaya Nomor 113 kecamatan Medan Johor bermula dari suara besing berasal dari mesin, hingga menimbulkan amarah warga.

Menurut penuturan warga setempat Hans Silalahi (55 ) mengatakan, warga marah, lampu hidup mati suara mesin Bitcoin sangat bising dan mengganggu masyarakat.

Hans Silalahi menyesalkan tindakkan APH yang terkesan lambat dan menimbulkan spekulasi bahwa APH diduga Berkalaborasi dengan para sindikat tambang Bitcoin luar negeri, tutup Hans kepada wartawan (7/7/25) sore.

Sementara itu, Rahmadana Kepala Lingkungan IV Kelurahan Pangkalan Masyhur Medan Johor menuturkan Tambang Bitcoin telah beroperasi selama 1 mnggu belakangan dan infonya dikelola pria berinisial R.

"Saya tidak tahu apa mereka lakukan selama ini. Saya tahu setelah warga marah dan mengeruduk tempat ini. Sebelumnya, rahmadana mengakui sempat berkomonikasi dengan R." Ungkap, Rahmadana Kepala Lingkungan setempat.

Terpisah ,humas PLN Sumut Surya S.Sitepuh saat di konfirmasi menuturkan kita akan cek. Bang tolong fotokan kabel besar dari roku ke kabel travonya, agar saya kirim tim lakukan pengecekan, Ujar, Surya S.Setipu (6/7/25) Malam.

Anehnya, pada tanggal (6/7/25) sekira pukul 22.00 Wib, terlihat satuan kepolisian unit Polsekta Deli Tua datang ke lokasi melakukan cek TKP , namun petugas satu persatu menghilang dari lokasi tanpa mengamankan barang bukti mesin bitcoin.

Saat dikonfirmasi via seluler , Kapoldasu Irjen.Pol. Whisnu Hermawan Februanto melalui Kabid Humas Poldasu Kombes.Pol.Ferry Walintukan hingga berita diturunkan belum memberikan tanggapan (17M/05)

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini