Pentingnya CCTV Dalam Mengungkap Kasus Perampokan Toko Emas Simpang Limun

Administrator Administrator
Pentingnya CCTV Dalam Mengungkap Kasus Perampokan Toko Emas Simpang Limun
17merdeka.com
Kapoldasu, Irjen Pol Panca Putra perlihatkan barang bukti, Rabu (15/9/2021)

17MERDEKA, MEDAN -Saksi dan bukti sangat dibutuhkan dalam upaya mengungkap sebuah peristiwa atau kasus tindak pidana kriminal.

Karena itu, kepada para pengusaha ditekankan untuk senantiasa memasang kamera CCTV di tempat-tempat yang dianggap penting dan rawan aksi kejahatan. Rekaman CCTV akan menjadi bukti petunjuk.

"Saya tekankan kepada setiap pelaku usaha untuk memasang CCTV di tempat usahanya. Itu akan sangat membantu," ujar Kapoldasu, Irjen Pol RZ Panca Putra ketika memaparkan pengungkap kasus perampokan toko emas Pasar Simpang Limun di Lapangan KS Tubun Mapoldasu, Rabu (15/9/2021) petang.

Tak bisa dipungkiri, pengungkapan kasus perampokan yang dilakoni empat tersangka dalam hitungan 8 menit itu berkat adanya rekaman CCTV yang dimiliki Pemko Medan melalui Dinas Perhubungan.

Pihak kepolisian dapat menelusuri perjalanan kedatangan hingga pelarian perampok ke Jalan Balai Desa, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deliserdang. Dari situ, petugas kepolisian meringkus satu persatu tersangka secara terpisah.

Tapi, Kapoldasu juga sangat menyesalkan karena di kedua toko emas yang menjadi korban perampokan tidak dipasangi CCTV.

"Pihak kepolisian tidak akan bisa bekerja sendiri," pungkasnya.

Petugas gabungan Dit Reskrimum Polda Sumut bersama Satuan Reskrim Polrestabes Medan berhasil mengungkap pelaku perampokan dua toko emas di Pasar Simpang Limun, Jalan SM Raja Medan pada Kamis (26/9/2021) siang lalu.

Lima orang tersangka berhasil ditangkap, yakni otak pelaku Hendrik Tampubolon (HT/38), warga Jalan Paluh Kemiri, Lubuk Pakam, Deli Serdang, dan tiga lainnya, yakni Farel (21), warga Jalan Garu 1 Gang Manggis, Kecamatan Medan Amplas, Paul (32), warga Jalan Menteng VII, Gang Horas Medan Denai dan Prayogi alias Bejo (26), warga Jalan Bangun Sari No 81, Medan Johor.

Seorang lagi adalah Dian, warga Menteng yang berperan sebagai penghubung atau perekrut tiga tersangka. HT ditembak mati karena berusaha menyerang petugas.

Kawanan perampok ini telah menggondol 6,8 kg emas ditaksir bernilai Rp 6,5 miliar. Aksi itu dilakukan hanya dalam waktu 8 menit dan pelaku menembak seorang penjaga parkir. (17M.02)


Tag:
Berita Terkait
Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini