Minggu, 14 Juni 2026 WIB

Sozatulo Lembu Pelaku Utama Pembunuhan Aiptu Jakamal Tewas

Administrator Administrator
Sozatulo Lembu Pelaku Utama Pembunuhan Aiptu Jakamal Tewas
INT:AKBP.Pol. Yemi Mandagi Saat Paparan Kasus Pembunuhan Aiptu Jakamal Tarigan
17MERDEKA::Tertangkapnya Sozatulo Lembu (35), lengkap sudah enam tersangka pelaku aktif penyerangan terhadap Aiptu Anumerta Jakamal Tarigan telah dibekuk.Kapolres Belawan AKBP Pol Yemi Mandagi, Kamis (8/6) menegaskan, Sozatulo Lembu pelaku yang menikam.dan menggorok leher korban akhirnya tewas ditembak, dalam pelariannya di Tapanuli Selatan, kemarin.

Sementara Bu'ala Zinema Giawa diserahkan oleh Pendeta Gereja Kristus Rahmani Indonesia, Pdt Aliyasa Lawolo ke pihak Polres Belawan.Dalam jumpa pers di Rumah Sakit Bhayangkara, Jalan Wahid Hasyim, Yemi Mandagi didampingi Direktur Ditreskrimum Polda Sumut Kombes Pol Nurfallah.

Berikut nama-nama pelaku yang sudah ditangkap antara lain, Joni Hartono Zebua (33) alias Tena, warga Jalan Antariksa Karangsari, Kelurahan Sari Rejo, Medan Polonia.Kemudian Faigi Zaro Zega (51) alias Pak Robert, warga Jalan Serbaguna  Ujung, Desa Helvetia, Labuhan Deli, Deliserdang dan Morali Gulo (36), Jalan Serbaguna Ujung, Gang Merbau, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Deli Serdang

Kemudian pelaku yang bernama Lisman Giawa (40) alias Pak Agus, Jalan Serbaguna Ujung, Gang Damar, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Deli Serdang.Berikutnya Bu'ala Zinema Giawa (40) alias Pak Ayu Giawa,Jalan Serbaguna Ujung, Gang Damar, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Deli Serdang dan Tukang kredit bernama Sozatulo Lembu (35), lahan garapan Jalan Serbaguna Ujung, Gang Damar, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli.

Dalam jumpa pers itu, AKBP. Yemi Mandagi menjelaskan nama dan peran keenam pelaku yang menyerang hingga menewaskan Aiptu Jakamal Tarigan. Buala Zinema Giawa memegang dan menahan tangan kanan Aiptu Jakamal sehingga tidak bisa menembak.

Bahkan pistol Aiptu Jakamal berhasil dirampasnya. Kemudian, Buala Zinema menusuk korban dengan benda tajam. Disusul tangan Lisman Giawa yang menghantam kepala bagian belakang Aiptu Jakamal dengan botol bir, hingga botol itu pecah.Kemudian Jhoni Hartono Zebua menusuk punggung Aiptu Jakamal dengan belati.

Tak sampai di situ, datang Faigi Zaro Zega menarik baju korban dengan tangan kiri lalu tinju kanannya mendarat di dada korban dua kali sembari ia meneriakkan "Libas, Libas…"Teriakannya itu memicu emosi Morali Gulo. Morali mengambil kayu broti lalu memukul korban. Ia juga secara beringas menghalau warga yang mencoba menolong korban.Secara beringas pula Soza Lembu menusuk tubuh korban bagian depan dengan pisau. Selanjutnya Soja Lembu memegang kepala korban lalu menggorok lehernya.

Selain menangkap enam pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti antara lain sebatang tombak panjang 2 meter, sebilah parang panjang, sebilah samurai sepanjang 40 cm, sepucuk pistol jenis softgun, pecahan botol bir, batu koral, sepotong kayu broti sepanjang satu meter, sebuah ketapel, tiga belas batang anak panah, sepucuk senjata revolver, sepotong celana pendek biru  (ada bercak darah), sepotong kaos hitam  (ada bercak darah), sepotong celana dalam abu-abu (ada bercak darah) "Modusnya menyerang petugas karena salah seorang teman pelaku tertusuk pisau.

Korban yg sempat meletuskan tembakan sebanyak empat kali sebagai peringatan, namun tak diindahkan. Malah kelompok massa ini menyerang korban," beber Kombes Nurfallah.Pasca penyerangan itu, esoknya polisi membentuk tim gabungan yang melibatkan Unit Reskrim Polsekta Medan Labuhan, Polres Belawan, Polrestabes Medan dan Tim Jahtanras Polda Sumut.

Sehari setelah kejadian, sedikitnya 60 orang saksi diperiksa, dan tiga tersangka langsung diamankan yakni Jhoni Hartono Zebua alias Tena, Faigi Zaro Zega alias Pak Robert alias Zega dan Morali Gulo alias Pak Tiara Gulo.Satuan Reskrim Polsek Medan Labuhan menginterogasi ketiga tersangka yang diamankan.

Dari hasil interogasi diketahui keterlibatan rekan-rekan pelaku lainnya. Tak berapa lama, Lisman Giawa alias Pak Agus diamankan di Simpang Pemda, Jalan Ngumban Surbakti. Pak Agus ditembak di kaki. Sebelumnya, Kapolrestabes Medan. Kombes Pol.Sandi Nugroho,mengatakan bahwa  Aiptu Jakamal, telah dianggap sebagai Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat di lingkungan Jalan Serbaguna.

Sehingga kalau ada masalah, warga selalu menghubunginya dan meminta bantuannya. Saat konflik terjadi, malam itu, ada warga yang mendatangi rumahnya dan meminta tolong agar melerai kedua pihak yang berkonflik.

Tambahnya lagi,  mengetahui keributan tersebut Aiptu Jakamal segera turun tangan."Pukul 23.00 WIB, bentrok sudah reda. Kedua pihak dijembatani. Namun ternyata begitu pisah, satu kelompok warga itu tidak puas dengan hasil keputusan tersebut dan balik menyerang anggota kami, Aiptu Jakamal Tarigan. Disinyalir para pelaku telah mabuk oleh tuak," beber Kapolrestabes Medan

Aiptu Jakamal mengalami luka tusukan yang fatal di dada kiri dan kanan sehingga mengakibatkan pendarahan hebat. Serta mengalami luka sayatan di pundak bagian belakang, tusukan di perut dan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Husni.

Kemudian korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara." Ia meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit lantaran kehabisan darah. Ia menderita enam tusukan dan tiga luka lecet," ungkap dokter Nyoman.(Amri)

Tag:
Berita Terkait
Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini