Minggu, 31 Mei 2026 WIB

Konfirmasi Jam Operasional, Wartawan Dipukuli Bodyguard Diskotik Cube

Administrator Administrator
Konfirmasi Jam Operasional, Wartawan Dipukuli Bodyguard Diskotik Cube
17merdeka.com
Diskotik Cube


17MERDEKA, MEDAN - Menanggapi serius mencegah dan bahkan melawan penyebaran Covid-19 yang masih tinggi di Indonesia, pemerintah Jokowi membuat peraturan untuk hiburan malam tidak beroperasi. Bahkan menanggapi serius hal itu, pemerintah terpaksa mengeluarkan peraturan pelarangan mudik Lebaran 1442 Hijriah.


Peraturan pemerintah tersebut seharusnya mendapat dukungan penuh dari masyarakat dan apalagi para pelaku usaha jugaharus taat. Namun diduga perihal peraturan pemerintah tersebut tidak berlaku untuk salah satu hiburan malam Cube di Komplek Hotel Danau Toba International, Jalan Imam Bonjol Medan yang berada di wilayah hukum Polsek Medan Kota.


Saat disambangi wartawan, lokasi hiburan malam tersebut tampak gelap dari luar diduga lampu luar sengaja dipadamkan untuk mengelabui petugas. Namun lebih dekat disambangi kian terdengar kencang dentuman musik dj dari dalam arena diskotik, Sabtu (15/5/2021) dinihari sekira pukul 03.00 WIB.


Sesaat itu wartawan, Rio Alexander (41) warga Jalan Gaperta Medan coba mengkonfirmasi kegiatan hiburan malam tersebut dengan menghubungi sang manager disebut bernama Heru via WhatsApp mendapat balasan dan meminta wartawan untuk datang ke Cube. Setiba di pintu masuk Cube, oleh Heru disusul 7 pria yang diduga bodyguard tempat hiburan malam itu dari belakang langsung merangkul Rio dan berjalan membawa wartawan ke pelataran parkiran yang lokasinya sangat gelap ditandai tanpa ada satupun cahaya lampu.


Di sinilah Heru langsung membentak korban dengan nada keras sembari melayangkan telunjuknya menunjuk muka korban. Bentakan keras suara Heru membuat anak buahnya diperkirakan 7 orang pria berbadan besar langsung menyusul memukuli dan menendangi tubuh korban. 


Merasa nyawanya terancam, korban hanya mampu terdiam mengalah. Sekitar sejam penganiayaan tersebut, para pelaku baru berhenti setelah diperintahkan oleh manajer Heru untuk berhenti. Merasa puas dan menang selanjutnya menyuruh wartawan tersebut segera cepat-cepat cabut dari lokasi sembari sesekali para pelaku memberikan cekikan dan pukulan kepada korban.


Meski banyak ditonton para pengunjung dan juga security Hotel Danau Toba yang piket saat itu, tidak satupun mampu memberikan bantuan kepada korban begitu juga untuk melerai atau menenangkan emosi para pelaku bak kesetanan menghajar korban.


"Aku ke situ kebetulan melintas melihat Cube buka. Lalu aku konfirmasi managernya si Heru diajak jumpa Cube. Taunya sampai Cube si Heru langsung merangkul aku menggiringku ke parkiran tempatnya gelap kali gak ada lampu. Disusul 7 orang badannya besar-besar datang menyusul dari belakang si Heru langsung memukuli aku. Habislah aku dipijak-pijak orang itu. Takut aku terancam dikeroyok orang itu aku diam aja lah enggak melawan," ujar Rio sembari menahan sakit di sekujur tubuhnya yang tampak lebam dan memar.


Menanggapi penganiayaan tersebut dan diduga ada unsur perencanaan pembunuhan, korban merasa nyawanya terancam langsung membuat laporan pengaduan ke Polrestabes Medan agar permasalahan itu diselesaikan secara hukum dan juga mendapat perlindungan hukum. 


Sementara, manager hiburan malam Cube, Heru saat dikonfirmasi wartawan seperti menghindar dengan mengalihkan konfirmasi pemukulan wartawan dengan menjawab hal yang tidak menyangkut permasalahan seputar di tempat hiburan malam tersebut. 


"Apa itu Cube? Di sini tempat usaha makanan kucing. Mau pesan apa?," kata Heru dari panggilan singkat WhatApps. (17M.05)



Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini